Pengertian Kalimat Imperatif Meliputi Wujud dan Klasifikasinya

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas jawaban dari soal berikut:
Pengertian Kalimat Imperatif Meliputi Wujud dan Klasifikasinya
disimak baik-baik ya…

 

Pengertian Kalimat Imperatif
Beberapa pengertian kalimat imperati adalah sebagai berikut:

1. Rahardi (2005) dalam buku berjudul Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia, kalimat imperatif adalah kalimat yang mengandung permintaan agar mitra tutur melakukan tindakan sesuai dengan perkataan si penutur.

2. Keraf (1994) dalam bukunya yang berjudul Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa, kalimat imperatif adalah kalimat yang mengandung perintah atau permintaan agar orang lain melakukan sesuatu yang diinginkan oleh orang yang menyampaikannya.

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, imperatif bersifat memerintah atau memberi komando; mempunyai hak memberi komando; bersifat mengharuskan.

BACA:  Pengertian, Akibat dan Manfaat Rotasi Bumi

4. Kridalaksana (2008) dalam buku berjudul Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia menambahkan jika kalimat imperatif merupakan kalimat atau verba yang digunakan untuk mengungkapkan keharusan, larangan, dan perintah untuk melakukan suatu perbuatan.

 

Wujud Kalimat Imperatif
Berikut pembagian wujud tuturan imperatif berdasarkan penjelasan dari Rahardi (2005):

1. Imperatif Aktif
Imperatif aktif dalam bahasa Indonesia dibedakan berdasarkan penggolongan verbanya, yaitu imperatif aktif yang berciri transitif dan imperatif aktif yang berciri tidak transitif.

a. Imperatif Aktif Transitif
Imperatif ini menuntut kehadiran objek di belakang verba. Ketentuan dalam membentuk tuturan imperatif aktif tidak transitif tetap berlaku. Perbedaannya, verbanya harus dibuat tanpa berawalan ber- dan meN- untuk membentuk imperatif aktif transitif.

BACA:  Pengertian, Jenis dan Contoh Majas Pertentangan

Contoh tuturan imperatif aktif transitif.
“Kalian analisis strukturnya!”

b. Imperatif Aktif Tidak Transitif

Tuturan deklaratif dapat mudah membentuk imperatif aktif tidak transitif, yaitu dengan menerapkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.
– Mempertahankan bentuk verba yang dipakai dalam kalimat deklaratif itu seperti apa adanya;
– Menghilangkan subjek yang lazimnya berupa persona kedua seperti Anda, saudara, kamu, dan kalian;
– Menambahkan partikel -lah di bagian tertentu untuk memperhalus maksud imperatif aktif tersebut;
– Verba yang digunakan dapat berupa verba dasar, frasa verbal yang berawalan ber- atau meN-, frasa adjektival, maupun frasa preposional.

 

Contoh wujud imperatif aktif tidak transitif.
“Yang kuat berdiri, Fadila!”

2. Imperatif Pasif
Menurut Rahardi (2005), kadar suruhan tuturan imperatif pasif cenderung menjadi rendah. Tuturan imperatif pasif memiliki maksud untuk menyelamatkan muka dan melibatkan muka si penutur maupun mitra penutur.

BACA:  Pengertian dan Jenis-Jenis Konjungsi Penerang

Contoh tuturan imperatif pasif.
“Sebaiknya diketik dulu saja surat itu dan kalau masih bisa dikirim secepatnya!”

Klasifikasi Kalimat Imperatif
Kalimat imperatif dapat diklasifikasikan menjadi lima macam, yaitu:

  • Kalimat imperatif biasa;
  • Kalimat imperatif permintaan;
  • Kalimat imperatif pemberian izin;
  • Kalimat imperatif ajakan;
  • Kalimat imperatif suruhan.

Nah, demikian pembahasan kita tentang jawaban dari soal:
Pengertian Kalimat Imperatif Meliputi Wujud dan Klasifikasinya
Semangat Belajar, Good Luck. ^-^

BACA JUGA:

© 2022 GURULESPRIVAT.NET