Mengetahui Penyebab Meletusnya Gunung Berapi Meliputi Jenis dan Klasifikasi

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas jawaban dari soal berikut:
Mengetahui Penyebab Meletusnya Gunung Berapi Meliputi Jenis dan Klasifikasi
disimak baik-baik ya…

 

Penyebab Gunung Api Meletus
Gunung api meletus terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Dari letusan-letusan seperti inilah gunung api terbentuk. Hasil letusan gunung berapi berupa: gas vulkanik, lava dan aliran pasir serta batu panas, lahar, tanah longsor, gempa bumi, abu letusan, awan panas.

Jenis Gunung Berapi
Jenis gunung berapi mengacu pada bentuknya:
1. Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
2. Gunung berapi perisai (shield volcano).
3. Gunung berapi maar
4. Gunung berapi besar atau gunung berapi supervolcano

Klasifikasi Gunung Berapi

b>Berdasarkan sumber erupsi gunung berapi dapat diklasifikasikan menjadi :

  • Letusan Pusat
BACA:  Pengertian, Syarat dan Contoh dari Persamaan Reaksi

Erupsi melalui kawah utama.

  • Letusan Sekunder

Erupsi kemiringan tubuh gunung.

  • Retak Erupsi

Erupsi yang muncul pada retakan / patahan yang dapat meluas hingga beberapa kilometer.

 
  • Erupsi Eksentrik

Erupsi lateral yaitu magma yang keluar tidak datang dari kawah pusat yang menyimpang ke samping, tetapi langsung dari dapur magma melalui kawahnya.

Berdasarkan tipe erupsi gunung berapi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe yaitu :

  • Tipe Hawaii

Letusan eksplosif magma basaltik atau batu pijar basal. Biasanya dalam bentuk serpihan lava pijar dan, sering, secara bersamaan, diikuti oleh lava lava, yang terjadi di parit atau kawah sederhana.

  • Tipe strombolian

Letusan tersebut hampir sama dengan Tipe Hawaii namun bentuk ledakan magma superfisial. Biasanya terjadi di gunung berapi aktif di tepi benua atau pusat benua.

 
  • Tipe Plinean
BACA:  Sejarah Kalender Masehi dan Dasar Perhitungannya

Erupsi ini sangat dipengaruhi oleh magma dengan viskositas tinggi atau magma asam dengan komposisi magma andesit dengan sifat rhyolitic. Bahan yang diserap adalah sejumlah batu apung.

  • Tipe subplinian

Letusan magma (rhyolitic) gunung berapi yang eksplosif. Tahap erupsi efusif menghasilkan kubah lava rhyolitic. Erupsi subplineal dapat menyebabkan pembentukan inflamasi.

  • Tipe Ultra-Plinean

Letusan yang sangat eksplosif menghasilkan endapan batuan yang lebih besar daripada Plinian biasa.

  • Tipe Vulkanik

Erupsi magmatik terdiri dari andesit basaltik dalam dasit. Secara umum, bom vulkanik atau potongan di dekat kawah dan sering disertai dengan bom kerak atau permukaan retak. Bahan yang diserap tidak hanya berasal dari magma, tetapi dicampur dengan batuan lateral berbentuk batu.

  • Tipe Surtseyan dan Tipe Freatoplinian
BACA:  Mengetahui Perbedaan Autosom dan Gonosom

Kedua jenis ini adalah letusan yang terjadi di pulau-pulau vulkanik, gunung berapi bawah laut atau gunung berapi yang memiliki kawah.

Berdasarkan waktu meletus gunung berapi dibagi menjadi tiga jenis yaitu :

  • Gunung Api Tipe A

Gunung yang tercatat sudah pernah terjadi erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali setelah tahun 1600

  • Gunung Api Tipe B

Gunung yang setelah tahun 1600 belum tercatat mengalami erupsi magmatik tetapi masih menunjukkan gejala aktivitas vulkanik seperti kegiatan solfatara

  • Gunung Api Tipe C

Gunung yang sejarah erupsinya belum diketahui atau tidak diketahui dalam catatan manusia, tetapi masih ada tanda-tanda aktivitas masa lampau dalam bentuk lapangan solfatara/fumarola di tingkah lemah.

Nah, demikian pembahasan kita tentang jawaban dari soal:
Mengetahui Penyebab Meletusnya Gunung Berapi Meliputi Jenis dan Klasifikasi
Semangat Belajar, Good Luck. ^-^

BACA JUGA:

© 2023 GURULESPRIVAT.NET