Sejarah Romusha dan Gerakan Tahun 1942–1945

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas jawaban dari soal berikut:
Sejarah Romusha dan Gerakan Tahun 1942–1945
disimak baik-baik ya…

 

Latar Belakang

Kerja romusha adalah suatu jenis pekerjaan paksa yang dipekerjakan oleh tentara Jepang pada masa kolonialisme Jepang di Indonesia yang dulunya Hindia Belanda pada saat itu.

Hengkangnya pemerintahan Kerajaan Belanda membuat wilayah Hindia Belanda kosong pemerintahan. Administrasi pemerintahan selanjutnya dibagi ke dalam tiga daerah untuk mengefektifkan wilayah pendudukan yang diekspansi oleh Jepang, yaitu:

  1. Pemerintahan Militer Angkatan Darat (Tentara Rikigun Kedua Puluh Lima) untuk Sumatra, berkedudukan di Bukittinggi.
  2. Pemerintahan Militer Angkatan Darat (Tentara Rikigun Keenam Belas) untuk Jawa dan Madura, berkedudukan di Jakarta.
  3. Pemerintah Militer Angkatan Laut (Kaigun Armada Selatan Kedua) untuk daerah yang meliputi Sulawesi, Kalimantan, Maluku, berkedudukan di Makassar.
BACA:  Tokoh dan Hasil Perundingan Perjanjian Linggarjati

Akhir sidang tanggal 20 Oktober 1943 menghasilkan keputusan dengan arahan Saiko Shikikan melalui mediasi dengan Departemen Urusan Umum bahwa disepakati langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintahan di Indonesia:

  1. Memperkuat dan melindungi para prajurit PETA dan Heiho.
  2. Menggerakan tenaga kerja untuk keperluan masyarakat dan perang.
  3. Meneguhkan susunan penghidupan masyarakat dalam masa perang.
  4. Memperbanyak hasil bumi.

Romusha

 

Gerakan Romusha merupakan tenaga buruh kerja paksa yang direkrut berumur sekitar 16–40 tahun, baik perempuan dan laki-laki. Praktik gerakan Romusha ini dimobilisasi menggunakan struktur pemerintahan yang paling relatif dekat di level kecamatan (son), desa (ku), dan rukun tetangga (tonarigumi). Mereka bekerja untuk militer Jepang melalui aparat pemerintahan lokal dengan instruksi bersifat sukarela dan memaksa.

BACA:  Program Penyelamatan Ekonomi Nasional Pada Masa Awal Orde Baru

Pengerahan tenaga kerja ini disebut romusha yang awalnya didukung rakyat Indonesia. Kerja romusha dengan tujuan agar rakyat Indonesia mau bekerja keras yang diperlakukan secara kejam oleh tentara Jepang yang dikarenakan kepentingan pembekalan untuk membangun pangkalan militer kerajaan Jepang selama perang dunia II kepada propaganda kerajaan Jepang itu sendiri.

Pada masa penjajahan selama Perang Pasifik, kerja romusa diperlakukan secara paksa dan kasar oleh Jepang. Kebanyakan romusa adalah petani, dan sejak Oktober 1943, pihak Jepang mewajibkan para petani untuk menjadi romusa. Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat di Indonesia serta Asia Tenggara. Jumlah romusa tidak diketahui secara pasti—dengan perkiraan berkisar antara 4 hingga 10 juta orang.

BACA:  Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja Jantung

Nah, demikian pembahasan kita tentang jawaban dari soal:
Sejarah Romusha dan Gerakan Tahun 1942–1945
Semangat Belajar, Good Luck. ^-^

 

BACA JUGA:

© 2023 GURULESPRIVAT.NET