Mengenal Asteroid Dalam Sistem Tatasurya dan Metode Historisnya

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas jawaban dari soal berikut:
Mengenal Asteroid Dalam Sistem Tatasurya dan Metode Historisnya
disimak baik-baik ya…

 

Asteroid adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya. Asteroid, disebut juga planet minor atau planetoid.

Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma atau sementara asteroid tidak. Asteroid secara historis ditujukan untuk semua objek astronomis yang mengelilingi matahari dan setelah diobservasi tidak memiliki karakteristik komet aktif.

Terrdapat ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya yang ditemukan dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen.

BACA:  Pengertian Politik Etis dan Dampakya bagi Bangsa Indonesia

Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta. Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 1 Ceres dengan diameter 900–1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~ 500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadang terlihat oleh mata telanjang walaupun cukup jarang.

Asteroid yang pertama kali ditemukan adalah Ceres pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi dan pada awalnya dipertimbangkan sebagai planet baru. Penemuan ini diikuti dengan penemuan benda-benda lainnya yang serupa, yang dengan peralatan saat itu, terlihat sebagai titik-titik cahaya, seperti bintang, menunjukkan cakram planet dalam bentuk kecil atau tidak ada sama sekali, meskipun secara mudah dapat dibedakan dari bintang karena gerakan mereka yang terlihat.

 
BACA:  Mengenal Apa itu Neutrofil Beserta Jenis dan Fungsinya

Pada beberapa tahun terakhir abad ke-18, Baron Franz Xaver von Zach mengorganisasi suatu kelompok terdiri atas 24 orang astronom mencari planet yang hilang pada jarak sekitar 2,8 au dari matahari berdasarkan hukum Titius-Bode karena hukum itu juga digunakan oleh Sir William Herschel untuk menemukan planet Uranus tahun 1781.

Sudah ada beberapa misi luar angkasa yang dikhususkan untuk asteroid. Antara lain: Hayabusa 1, Hayabusa 2, OSIRIS-REx, LUCY, Near Shoemaker, Dawn, dan yang akan segera diluncurkan DART. Selain Hayabusa1 dan Hayabusa2, misi-misi ini adalah buatan NASA.

Nah, demikian pembahasan kita tentang jawaban dari soal:
Mengenal Asteroid Dalam Sistem Tatasurya dan Metode Historisnya
Semangat Belajar, Good Luck. ^-^

BACA JUGA:

© 2023 GURULESPRIVAT.NET