Analisis Penggunaan Kata Konkret Pada Puisi Zawawi Imron dan Aming Aminoedin

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang Analisis Penggunaan Kata Konkret Pada Puisi Zawawi Imron dan Aming Aminoedin, disimak baik-baik ya…

 

Pertama-tama sebelum menjelaskan tentang kata konkret pada puisi Zawawi Imron dan Aming Aminoedin, baiknya kita memahami terlaebih dahulu apa itu kata konkret dan apa itu puisi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kata konkret adalah nyata, benar-benar ada, berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya. Pengertian kata konkret adalah kata-kata yang memiliki makna atau acuan yang bisa dirasakan, didengar, dilihat, atau dicium oleh para indera.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat.

BACA:  Analisis Kata Serapan Pada Teks Resensi 1 & 2 (Buku Paket Bhs. Indonesia XI Revisi 2017 : 226-229)

Seperti dikutip dari buku Sastra Indonesia yang disusun oleh tim Sastra Cemerlang, salah seorang ahli, Sumardi, menyatakan bahwa pengertian puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi padu dan pemilihan kata yang imajinatif.

Kata konkret pada puisi merupakan kata yang nyata, terwujud, dan ada. Kata konkret membawa imaji atau pengindraan bila dibaca. Dengan kata lain, kata konkret merupakan kata yang dapat dirasakan, didengar, diraba, dan dilihat secara nyata dengan indra. Contohnya adalah kayu yang keras dan kuat.

Nah setelah mengetahui lebih dalam tentang perngertian kata konkret dan puisi, berikut kita akan membahas tentang Kata konkret dalam puisi “Ibu” karya Zawawi Imron dan Kata konkret dalam puisi “Telah Kau Robek Kain Biru pada bendera Itu” karya Aming Aminoedin

 
BACA:  Teori Relativitas dan Manfaatnya Bagi Kehidupan Manusia

Kata konkret dalam puisi “Ibu” karya Zawawi Imron

Musim kemarau, sumur-sumur kering artinya sedang dalam kesulitan.
Guar pertapaan artinya rahim ibu.
Kopyor susu artinya air susu ibu.
Mayang siwalan artinya kerinduan dan kenangan indah bersama ibu.
Kasihmu ibarat samudra artinya kasih ibu sangat besar.
Lautan teduh artinya samudra Pasifik yang teduh dan tenang.
Mencuci lumut pada diri artinya membersihkan diri dari dosa.
Angin sakal artinya cobaan yang menerpa kehidupan.

Kata konkret dalam puisi “Telah Kau Robek Kain Biru pada bendera Itu” karya Aming Aminoedin

Bangsa pemabuk artinya bangsa yang membuat keributan di negara orang lain.
Bendera merah-putih-biru artinya bendera Belanda.
Tinggal merah-putihnya artinya bendera Indonesia.

 
BACA:  Pengertian Parafrasa Meliputi Ciri-Ciri dan Teknik Penulisnya

Nah demikian pembahasan kita kali ini tentang Analisis Penggunaan Kata Konkret Pada Puisi Zawawi Imron dan Aming Aminoedin, jika masih ada yang belum jelas atau ada yang ingin di tanyakan kembali, silahkan comment di kolom komntar ya,,,

Semangat Belajar, Good Luck.

BACA JUGA:

© 2022 GURULESPRIVAT.NET